Ernest Miles: Ahli Bedah yang Namanya Diabadikan dalam Operasi Kanker Rektum

Ernest Miles

Pernahkah Anda mendengar istilah Miles procedure atau abdominoperineal resection (APR)? Dalam dunia bedah kolorektal, istilah ini merujuk pada salah satu operasi penting untuk menangani kanker rektum, terutama tumor yang letaknya sangat rendah dan melibatkan daerah sfingter anus.

Di balik nama teknik operasi tersebut, terdapat seorang ahli bedah Inggris bernama Sir William Ernest Miles, yang berperan besar dalam mengembangkan pendekatan operasi kanker rektum pada awal abad ke-20. Pemikirannya membantu mengubah cara ahli bedah memahami penyebaran kanker dan pentingnya mengangkat jaringan di sekitar tumor secara menyeluruh.

Siapakah Ernest Miles?

Sir William Ernest Miles (1869–1947) merupakan ahli bedah asal Inggris yang dikenal atas kontribusinya dalam bidang bedah rektum dan kanker kolorektal.

Pada masa ketika Miles mulai mengembangkan pendekatannya, operasi kanker rektum menghadapi tantangan besar. Tumor dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya, sementara pengangkatan tumor yang tampak secara kasatmata belum tentu mampu membersihkan seluruh jaringan yang mengandung sel kanker.

Angka kekambuhan setelah operasi masih menjadi persoalan penting. Para ahli bedah kemudian berusaha mencari cara untuk mengangkat tumor beserta jaringan yang berpotensi menjadi jalur penyebarannya.

Miles menjadi salah satu tokoh yang menaruh perhatian besar pada persoalan tersebut. Ia mengembangkan pendekatan operasi yang lebih radikal dan sistematis, dengan mempertimbangkan anatomi rektum, jaringan sekitarnya, serta pola penyebaran kanker.

Lahirnya Miles Procedure

Pada tahun 1908, Miles memublikasikan pengalamannya mengenai operasi kanker rektum melalui pendekatan yang kemudian dikenal sebagai abdominoperineal resection atau Miles procedure.

Prinsip utama operasi ini adalah mengangkat rektum beserta anus dan jaringan terkait melalui kombinasi pendekatan abdominal dan perineal.

Secara sederhana, operasi dilakukan melalui dua daerah:

  1. Pendekatan abdominal: ahli bedah mengakses rongga perut untuk membebaskan rektum dan melakukan pengangkatan jaringan yang diperlukan.

  2. Pendekatan perineal: ahli bedah mengangkat anus dan bagian distal rektum melalui daerah perineum.

Karena anus dan sfingter anal ikut diangkat, pasien tidak dapat lagi buang air besar melalui anus. Oleh sebab itu, operasi ini umumnya disertai pembuatan kolostomi permanen, yaitu pengalihan aliran feses ke lubang pada dinding perut.

Teknik ini menjadi tonggak penting dalam sejarah bedah kanker rektum karena menekankan pengangkatan tumor bersama jaringan di sekitarnya, bukan hanya membuang massa tumor yang terlihat.


Mengapa Operasi Ini Begitu Penting?

Salah satu pelajaran penting dari pemikiran Miles adalah bahwa keberhasilan operasi kanker tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengangkat tumor, tetapi juga oleh pemahaman terhadap pola penyebaran penyakit.

Pada kanker rektum, sel kanker dapat menyebar ke jaringan mesorektum, kelenjar getah bening regional, dan struktur di sekitar anus. Karena itu, luas pengangkatan harus mempertimbangkan lokasi tumor, keterlibatan sfingter, serta kemungkinan penyebaran lokal.

Pendekatan Miles membantu membentuk perkembangan prinsip operasi onkologis pada kanker rektum. Meski demikian, teknik ini bukan satu-satunya pendekatan yang digunakan saat ini. Perkembangan anatomi bedah, pencitraan, teknik operasi, dan terapi multimodal telah mengubah pemilihan tindakan untuk setiap pasien.

Apakah Miles Procedure Masih Digunakan Saat Ini?

Ya. Abdominoperineal resection masih menjadi pilihan pada pasien tertentu, terutama ketika kanker rektum sangat rendah melibatkan kompleks sfingter anal atau ketika fungsi sfingter tidak dapat dipertahankan dengan aman.

Namun, tidak semua kanker rektum memerlukan operasi Miles. Pada pasien yang memenuhi kriteria, operasi dengan mempertahankan sfingter, seperti low anterior resection, dapat menjadi alternatif. Pemilihan prosedur bergantung pada lokasi dan stadium tumor, kemungkinan mencapai batas reseksi bebas kanker, fungsi anorektal, serta kondisi pasien secara keseluruhan.

Selain itu, kemajuan terapi neoadjuvan, teknik eksisi mesorektum total (total mesorectal excision atau TME), dan pendekatan bedah minimal invasif telah memperluas pilihan terapi kanker rektum.

Dengan kata lain, warisan Miles bukan berarti setiap kanker rektum harus dioperasi menggunakan teknik yang sama, melainkan bahwa prinsip operasi kanker harus didasarkan pada anatomi dan pola penyebaran penyakit.

Warisan Ernest Miles dalam Dunia Bedah

Nama Ernest Miles tetap hidup dalam pendidikan dan praktik bedah melalui istilah Miles procedure. Istilah tersebut mengingatkan para dokter bahwa sejarah perkembangan operasi modern dibangun oleh pengamatan klinis, pemahaman anatomi, dan upaya memperbaiki hasil terapi kanker.

Bagi dokter bedah, khususnya yang mendalami bedah digestif dan kolorektal, mempelajari sejarah Miles juga memberikan perspektif tentang bagaimana prinsip bedah onkologis berkembang dari operasi radikal pada awal abad ke-20 menuju pendekatan yang semakin terencana dan individual pada masa kini.

Penutup

Dalam dunia kedokteran, tidak semua nama besar dikenang karena menemukan alat baru. Sebagian dikenang karena mengubah cara dokter berpikir dan mengambil keputusan.

Sir William Ernest Miles termasuk salah satu tokoh tersebut. Melalui kontribusinya dalam operasi kanker rektum, namanya menjadi bagian dari sejarah bedah kolorektal dan terus dipelajari oleh generasi ahli bedah berikutnya.

Karena di balik sebuah nama prosedur, selalu ada sejarah panjang tentang pengamatan, keberanian, dan usaha untuk memberikan hasil terbaik bagi pasien.

=================================

Keep learning. Keep growing. Keep sharing.

— dr. Ahmad Setyadi
Long-Life Learner


Dukung Blog Ini

Kalau artikel ini bermanfaat, kamu bisa 'traktir' kopi atau kasih dukungan lewat Saweria untuk bantu blog ini terus berkembang!

KLIK DI SINI

Comments