Berpuasa Sambil Bekerja Menjaga Tubuh Tetap Fokus dan Prima

 

dr. Mirza Risqa

Berpuasa Sambil Bekerja Menjaga Tubuh Tetap Fokus dan Prima

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Muslim di seluruh dunia. Pasalnya dalam bulan ramadhan ini, umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh dan menahan lapar dan haus selama kurang lebih 13 jam setiap harinya. Perubahan pola makan dan asupan cairan ini kerap menimbulkan keluhan seperti tubuh terasa lemas dan berkurangnya energi, terutama saat menjalani aktivitas di siang hari.

Meski demikian, menjalankan ibadah puasa bukan berarti produktivitas harus menurun atau pekerjaan menjadi terabaikan. Bekerja selama Ramadan memerlukan penyesuaian, namun tetap dapat dijalani dengan baik dan pengaturan aktivitas yang tepat agar kinerja tetap terjaga selama bulan ramadhan.

Sahur bekal energi untuk Aktivitas Seharian

Sahur memiliki peran penting sebagai sumber energi selama menjalani puasa, sehingga sebaiknya tidak dilewatkan. Melalui sahur, tubuh memperoleh asupan makanan dan cairan yang dibutuhkan untuk menjaga stamina selama beraktivitas di siang hari.

Porsi makan saat sahur dianjurkan tidak berlebihan karena justru dapat membuat tubuh terasa lemas dan mudah mengantuk. Pilihlah menu dengan gizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral, seperti nasi atau ubi-ubian, sayuran, daging, telur, serta buah-buahan. Kombinasi asupan tersebut membantu menjaga kestabilan gula darah, meningkatkan rasa kenyang, dan mencegah tubuh cepat lemas saat beraktivitas.

Buka Puasa dengan Bijak

Saat berbuka puasa, tubuh memerlukan asupan yang mampu mengembalikan energi secara bertahap tanpa membebani sistem pencernaan. Setelah berpuasa dalam waktu cukup lama, kadar gula darah menurun dan tubuh mulai memanfaatkan cadangan energi melalui proses metabolisme sel. Oleh karena itu, berbuka puasa dianjurkan dilakukan secara bertahap dengan komposisi gizi yang seimbang

Berbuka dapat diawali dengan air putih kemudian dilanjutkan makan makanan yang berprotein seperti telur, daging ayam, daging sapi, ikan atau bahan nabati seperti kacang kacangan. Asupan protein membantu menjaga kestabilan gula darah, serta memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga mencegah rasa lemas atau kantuk berlebihan setelah makan. Kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak sehat dalam porsi seimbang akan mendukung pemulihan energi. Minuman bersoda sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung.

Setelah makan malam, dianjurkan untuk tidak langsung berbaring agar pencernaan berjalan optimal dan mencegah keluhan seperti asam lambung naik. Bagi pekerja yang mengonsumsi obat rutin, penyesuaian jadwal minum obat selama Ramadan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Selain itu, pengaturan waktu tidur selama bulan Ramadan juga penting. Usahakan tidak tidur terlalu larut agar tubuh tetap segar dan siap bangun sahur keesokan harinya.

Cukupi Kebutuhan Cairan Selama Puasa

Meskipun tidak mengonsumsi cairan sepanjang siang hari, kebutuhan cairan tubuh tetap harus terpenuhi selama berpuasa. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan konsumsi minimal delapan gelas air putih per hari selama bulan Ramadan. Berbeda dengan hari biasa, di mana konsumsi air dilakukan sejak pagi hingga malam hari, selama Ramadan pola minum disesuaikan dan dilakukan pada waktu berbuka puasa hingga sahur.

Pemenuhan kebutuhan cairan dianjurkan dilakukan secara bertahap, mulai dari saat berbuka, setelah makan malam, sebelum tidur, hingga saat sahur dan menjelang imsak. Dengan cara ini, tubuh tetap terhidrasi dengan baik tanpa harus minum dalam jumlah besar sekaligus.

Hindari konsumsi minuman berkafein dan tinggi gula secara berlebihan karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung stamina selama menjalani puasa.


Tips bekerja Selama Ramadan

1. Prioritaskan Tugas Berat di Pagi Hari

Manfaatkan waktu pagi saat kondisi tubuh dan energi masih optimal untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan tenaga lebih tinggi.

2. Lakukan Aktivitas Fisik Ringan

Hindari duduk terlalu lama. Berdiri, berjalan singkat, atau melakukan peregangan ringan setiap 30–60 menit dapat membantu melancarkan peredaran darah serta menjaga fokus selama bekerja.

3. Istirahat Jika diperlukan
Luangkan waktu untuk beristirahat sejenak apabila tubuh mulai terasa lelah atau konsentrasi menurun. Istirahat singkat membantu memulihkan energi dan mencegah kelelahan berlebih selama bekerja di bulan Ramadan.

 

Puasa sehat, energi tetap terjaga.

Selamat menjalankan ibadah puasa.

dr. Mirza Risqa

 

 

 

Comments