Medical College of Virginia pertama kali mengusulkan "tangga" langkah terapeutik untuk mengobati peningkatan ICP secara optimal. Penanganan ICP yang agresif sejak dini melalui cara bedah atau medis terutama ditujukan untuk mengoptimalkan aliran darah serebral (CBF) dan mencegah iskemia serebral serta defisit neurologis ireversibel dan mortalitas yang diakibatkannya.
Herniasi unkal dengan kompresi otak tengah dan perdarahan Duret pada batang otak merupakan temuan postmortem yang biasa terjadi pada pasien yang meninggal karena hipertensi intrakranial yang tidak dapat diobati. Keputusan penanganan pada pasien individu harus mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti cedera ekstrakranial, usia pasien, kondisi yang sudah ada sebelumnya, dan adanya kontusi intraserebral atau pembengkakan hemisfer yang terkait.
Pada pasien dengan lesi intraparenkim, seperti memar dan hematoma intraserebral, keputusan penanganan menjadi lebih kompleks dan sulit mengingat risiko koagulopati dan perdarahan. Beberapa penelitian terbaru telah memberikan pedoman untuk penanganan SDH dan hematoma ekstradural dalam situasi yang relatif jarang terjadi, yaitu pada pasien yang sepenuhnya sadar. Penanganan non-bedah hanya boleh dipertimbangkan jika pasien sepenuhnya sadar, lesi massa ekstra-aksial merupakan lesi dominan tunggal (yaitu, tidak ada beberapa memar atau lesi massa kontralateral yang berpotensi signifikan yang dapat mencegah pergeseran garis tengah), dan tidak ada ciri-ciri efek massa, seperti pergeseran garis tengah lebih dari 3 mm, atau penghilangan sisterna basal.
Jika kriteria ini terpenuhi pada pasien sadar dengan hematoma subdural akut (aSDH) kurang dari 10 mm pada titik tertebalnya, pengobatan konservatif telah terbukti berhasil dalam sebagian besar kasus. Demikian pula, SDH tentorial atau interhemisferik yang terletak dalam dan hematoma ekstradural kecil pada pasien yang stabil dan sadar seringkali tidak memerlukan evakuasi bedah. Namun, jika ada keraguan dan kesadaran menurun, ahli bedah saraf harus selalu memantau ICP atau mengangkat lesi massa pada pasien tersebut.
source : https://clinicalgate.com/surgical-management-of-traumatic-brain-injury/
Comments
Post a Comment
Mohon kritik dsn saran yang membangun dari pembaca