| https://calgaryguide.ucalgary.ca/acute-compartment-syndrome/ |
Patofisiologi sindrom kompartemen terjadi karena peningkatan tekanan di dalam kompartemen otot yang dibatasi fascia, sehingga aliran darah kapiler terhambat, menyebabkan iskemia, kerusakan saraf, dan nekrosis otot bila tidak segera ditangani. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan ortopedi yang sering muncul setelah trauma atau fraktur.
Mekanisme Patofisiologi
1. Peningkatan Tekanan Intra-kompartemen
- Fascia bersifat kaku dan tidak elastis.
- Trauma, perdarahan, atau edema menyebabkan volume dalam kompartemen meningkat.
- Tekanan jaringan naik melebihi tekanan perfusi kapiler.
- Tekanan kapiler vena terhambat → aliran balik darah terganggu.
- Tekanan berlanjut menekan arteriol → suplai oksigen berkurang.
- Terjadi hipoksia jaringan.
https://www.osmifw.com/orthopedic-diseases-disorders/compartment-syndrome/
- Hipoksia menyebabkan metabolisme anaerob → produksi asam laktat → asidosis lokal.
- Permeabilitas membran sel meningkat → edema bertambah → lingkaran setan (vicious cycle).
4. Kerusakan Saraf dan Otot
- Saraf sensitif terhadap hipoksia → gejala awal berupa parestesia.
- Otot mengalami nekrosis dalam 4–8 jam bila tidak ditangani.
- Nekrosis otot dapat berlanjut menjadi kontraktur iskemik (Volkmann’s contracture).
| https://www.researchgate.net/figure/Fasciotomies-of-the-arm-and-forearm-A-Upper-arm-fasciotomy-requires-decompression-of_fig3_378833683 |
| https://www.researchgate.net/figure/lower-leg-fasciotomy-A-Description-of-both-lateral-and-medial-incisions-from-lateral_fig2_378833683 |
Comments
Post a Comment
Mohon kritik dsn saran yang membangun dari pembaca