Appendisitis: Patogenesis dan Temuan Klinis

 


1. Awal Patogenesis: Obstruksi Lumen Appendix

Proses apendisitis hampir selalu diawali oleh obstruksi lumen appendix, yang dapat disebabkan oleh:

  • Fekalit (paling sering pada dewasa)
  • Fibrosis
  • Neoplasia
  • Benda asing
  • Hiperplasia jaringan limfoid (sering pada anak)

👉 Obstruksi ini membuat sekret mukus tidak dapat keluar dari lumen appendix.

 

2. Distensi Appendix dan Spasme

Akibat obstruksi:

  • Sekret mukus terus diproduksi
  • Terjadi distensi (pelebaran) lumen appendix
  • Otot polos appendix mengalami spasme

👉 Distensi ini meningkatkan tekanan intraluminal.

 

3. Peningkatan Tekanan & Penurunan Aliran Darah

Distensi yang progresif menyebabkan:

  • ↑ Tekanan intraluminal
  • ↓ Aliran darah vena dan arteri ke dinding appendix

👉 Kondisi ini mencetuskan iskemia dinding appendix.

 

4. Iskemia, Nekrosis, dan Kerusakan Struktur Dinding

Penurunan perfusi berlanjut menjadi:

  • Iskemia jaringan
  • Nekrosis
  • Hilangnya integritas struktural dinding appendix

👉 Dinding appendix menjadi rapuh dan mudah ditembus bakteri.

 

5. Invasi Bakteri & Inflamasi Transmural

Bakteri usus (misalnya E. coli, Bacteroides) menginvasi dinding appendix:

  • Terjadi inflamasi transmural
  • Nekrosis makin luas
  • Terbentuk pus (supuratif)

👉 Inilah fase apendisitis akut sejati.

 

6. Korelasi Patofisiologi dengan Nyeri (Perubahan Pola Nyeri)

a. Nyeri Awal: Nyeri Visceral

  • Distensi appendix meregangkan peritoneum visceral
  • Menstimulasi saraf otonom T9–T10
  • Timbul nyeri tumpul, difus, kolik, di daerah peri-umbilikal

📌 Ini menjelaskan nyeri awal apendisitis yang tidak spesifik.

 

b. Progresi Inflamasi

Seiring inflamasi berlangsung beberapa hari timbul gejala sistemik:

  • Demam
  • Mual muntah
  • Anoreksia
  • Diare atau konstipasi

 

c. Nyeri Lanjut: Nyeri Somatik

Ketika inflamasi mencapai peritoneum parietal:

  • Saraf somatik teriritasi

Nyeri menjadi:

  • Terlokalisir
  • Tajam
  • Persisten
  • Terutama di Right Lower Quadrant (RLQ)

📌 Disertai:

  • Guarding
  • Nyeri tekan
  • Rebound tenderness
  • Nyeri perkusi
  • Ini adalah fase apendisitis klasik.

 

7. Bila Tidak Ditangani: Perforasi

Jika appendix tidak segera dioperasi:

  • Dinding appendix yang nekrotik dapat perforasi
  • Isi usus bocor ke rongga peritoneum

Akibatnya:

  • Peritonitis
  • Abses intraabdomen
  • Sepsis
  • Bahkan kematian

 

8. Catatan Klinis Penting

  • Hanya ±30% pasien datang dengan gambaran klasik
  • Diagnosis sebagian besar bersifat klinis
  • Gejala sangat bervariasi tergantung usia dan posisi appendix

 

9. Korelasi Pemeriksaan Penunjang

  • Darah: Leukositosis (respon inflamasi)
  • CT-scan (gold standard):
  • Penebalan dinding appendix
  • Enhancement dinding (white rim sign)
  • Tanda inflamasi sekitar

 

Ringkasan Alur Patofisiologi (Flow Singkat)

Obstruksi lumen → distensi → ↑ tekanan → ↓ aliran darah → iskemia → nekrosis → invasi bakteri → inflamasi transmural → iritasi peritoneum visceral (nyeri peri-umbilikal) → iritasi peritoneum parietal (nyeri RLQ) → perforasi bila terlambat

Comments